Pages

Sunday, October 6, 2013

LAPORAN PROSES PEMBUATAN TEMPE


LAPORAN PROSES PEMBUATAN TEMPE
DI PERUMAHAN GRIYA PRAJA MUKTI
                            Desa Kalisapu Kec. Slawi, Kab. Tegal      





                                               

                                               



                                                Di susun oleh :
Ulfa Rizki Fitriyani



PEMERINTAH KABUPATEN TEGAL
DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAHRAGA
UPTD SMA NEGERI 3 SLAWI
RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL (RSBI)
Jalan Prof. Moh. Yamin Slawi Telp. (0283) 491152
       Tahun Pelajaran 2011/1012        

Motto
                                          Empat jenis mausia kutipan Buton, Lady :     
1.      Orang yang tidak tahu, dan ia tahu bahwa ia tidak tahu ia adalah orang yang bersahaja - ajarilah dia.
2.      Orang yang tidak tahu, dan tidak tahu bahwa ia tidak tahu ; ia adalah orang tolol – jauhilah dia.
3.      Orang yang tahu, dan ia  tidak tahu bahwa ia tahu ; orang itu tidur – bangukalah dia.
4.      Orang yang tahu, dan ia tahu bahwa ia tahu ; orang itu adalah bijaksana – tirulah dia.
                                                                                                                    














PERSEMBAHAN

Karya sederhana ini kami persembahkan untuk :
1.      Kedua orang tua kami
2.      Kepala Sekolah
3.      Guru pendamping
4.      Siswa-siswi SMA N 3 Slawi














KATA PENGANTAR
Laporan mengeai proses pembuatan tempe akirnya selesai juga kami kerjakan. Dan hal itu tidak akan lepas dari izin Tuhan Yang aha Esa. Kami sebagai peulis, mengucapkan puji syukur atas Kehadirat-nya, dan semoga apa yang kami lakukan kali ini edapat ridho-nya.
Materi yang kami peroleh untuk penyusunan laporan ini memang sedikit, dan kami sadari itu. Tapi alhamdulillah kami cukup tidak mengalai kesulitan. Karenanya kami terus berusaha untuk mencari materi yang dapat kami masukkan untuk memperlengkap laporan yang kami buat.
Kami sebagai penulis berharap, bahwa terciptanya laporan tentang pembuatan tempe ini, dapat memberikan manfaat banyak bagi pembaca.
Pada akhirnya kepada guru kailah, kami menaruh harapan agar terus membibing kami. Dan kami sebagai manusia biasa, pasti tisak lepas dari kekhilafan. Oleh karenanya, kami sangat megharapkan saran dan kritik yang membagun dari guru pembibing dan rekan - rekan sejawat agar kami dapat meningkatkan kwalitas laporan ini di masa mendatang.
Slawi, April 2012
penulis                  




                                                           
DAFTAR ISI
                                                                      
HALAMAN JUDUL ..............................................................................              i
MOTTO ..................................................................................................             ii
PERSEMBAHAN ..............................................................................           iii
KATA PENGANTAR..............................................................................            iv
DAFTAR ISI ..........................................................................................             v
BAB I      PENDAHULUAN .................................................................             1    
A.. Latar Belakang Penelitian.................................................             1    
B.. Tujuan Penelitian...............................................................             2    
C.. Manfaat Penulisan ............................................................             2
D.. Metodelogi Penulisan .......................................................             3
E..  Pelaksanaan Penelitian......................................................             4         
a... Tempat  ........................................................................            4
b... Waktu  .........................................................................             4
F.. Tahap-Tahap Penelitian .....................................................             4
G.. Sistematika Penulisan .......................................................             4
BAB II    MODAL PEMBUATAN TEMPE............................................             6
A.. Modal Perhari....................................................................             6
B.. Bahan yang diperlukan......................................................             6
C. Alat yang diperlukan..............................................................         7
BAB III   PELAKSANAAN PEMBUATAN YEMPE............................             9
A.    Proses Pemilihan bahan yang baik....................................             9
B.     Proses Pembuatan..............................................................           11

C.     Proses Pengemasan..............................................................         15
D.    Daerah Pemasaran................................................................        15
E.     Laba yang diperoleh............................................................         16
BAB IV GIZI YANG TERKANDUNG DALAM TEMPE
BAB V    PENUTUP .............................................................................           19
A.. Simpulan ...........................................................................          19
B.. Saran-Saran ......................................................................           20
BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang Penelitian

Pada kesempatan ini, kami mendapat tugas dari guru pembimbing untuk membuat laporan tentang industri kecil atau industri rumah tangga. Akhirnya kami sepakat memilih materi laporan ini yaitu tentang Proses Pembuatan Tempe. Latar Belakang kami memilih materi ini yaitu karena yang ada disekitar lingkungan kami dan mudah untuk dibahas untuk kelengkapan laporan ini.
            Kami berhasil mengekspos sosok pengusaha rumah tangga yang bertempat tinggal di Griya Praja Mukti. Dia adalah ibu , usaha pembuatan tempe oleh ibu ini pada awalnya dilakukan hanya sebagai pekerjaan sambilan yang sehari-harinya adalah ibu rumah tangga.
            Pada awal Desember tahun 2004, usaha inilah mulai ditekuni oleh ibu . uasah ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, khususnya di komplek perumahan Griya Praja Mukti. Mulanya bu hanya membuat tempe hanya dengan modal 2 kg kedelai perhari, yang hasilnya disalurkan pada penjual keliling dan warung-warung yang berada di kawasan perumahan Griya Praja Mukti. Namun pada tahun 2006 permintaan tempe kian hari kian bertambah. Pada akhirnya pembuatan tempe ini di tingkatkan dan mulai berkembang sedikit demi sedikit. Dan sampai sekarang pembuatan tempe tersebut dapat mencapai 10 kg perharinya.

B.            Tujuan Penelitia

Tujuan dari laporan penelitian tentang proses pembuatan tempe yaitu :

1.      Untuk mengetahui secara menyeluruh proses pembuatan tempe pada industri rumah tangga yang masih menggunakanalat-alat yang sangat sederhana.
2.      Untuk mengetahui tanggapan dari masyarakat yang setiap harinya mengkonsumsi tempe.
3.      Untuk mempermudah bagi mereka-mereka yang berminat untuk mendirikan industry rumah tangga yang menspesialisasikan pembuatan tempe.

C.        Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari laporan penelitian ini yaitu :

1.      Untuk memperdalam danmengembangkan ilmu pengetahuan yang seluas-luasnya terutama dalam bidang pembuatan makanan tradisional.
2.      Untuk menambah wawasan cakrawala kita, mengenai keberadaan temped an gizi yang terkandung didalamnya sebagai makanan yang dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.

D.  Metodelogi Penelitian

1.      Lokasi Penelitian
Penelitian tentang pembuatan tempe ini mengambil lokasi di Desa KAlisapu, tepatnya di Griya Praja Mukti, Kec. Slawi, Kab. Tegal.

2.      Jenis Penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif yang bermaksud untuk mengetahui cara pembuatan tempe pada industry rumah tangga yang tergolong masih sangat sederhana. Bentuk penelitian ini akan mampu menangkap berbagai informasi yang bersifat kualitatif dengan deskripsi.



3.      Sumber data
Data yang kami peroleh untuk melengkapi penelitian kami bersifat primer, karena kami langsung mendatangi pihak yang bersangutan yaitu pihak yang memiliki industry rumah tangga.
E. Pelaksanaan Penelitian
a. Tempat :
b .Waktu  :
                          
F.      Hasil Yang Diperoleh

Seperti yang kami dapatkan sekarang sebuah laporan yang berjudul “Proses Pembuatan Tempe” yang dihasilkan dari wawancara dan penelitian yang kami lakukan untuk menghasilkan laporan ini berkenan di hati guru pembimbing dan rekan-rekan sejawat.
















BAB II
MODAL PEMBUATAN TEMPE

A.    Modal perhari

Dalam pembuatan laporan ini, kami mengambil industry rumah tangga. Yang dihasilkan dari idustri tersebut disalurkan ke warung-warung pedagang keliling dan wilayahnya tidak begitu luas, jadi modal yang dipakai tidak terlalu banyak. Menurut sumber yang kami peroleh modal yang diperlukan Ibu untuk memproduksi tempe yaitu kurang lebih Rp.

B.     Bahan Yang Diperlukan
Dalam pembuatan tempe memerlukan bahan-bahan sebagai berikut :
1.      Kedelai, dalam pengamatan kami menyesuaikan yang dibuat oleh Ibu sebagai produsen. Setiap harinya Ibu memerlukan 50 kg kedelai yang harga per-kg nya kira-kira Rp. . jadi Ibu setiap harinya mengeluarkan uang untuk pembelian kedelai sebesar  Rp.
2.      Ragi, setiap 1 bungkus ragi tempe dapat digunakan untuk 5 kg kedelai dan 1 bungkus ragi tempe kurang lebih seharga Rp. . jadi Ibu setiap harinya mengeluarkan uang sebesar Rp. Untuk pembelian ragi.
3.      Plastic berukuaran ½ kg atau bisa juga dengan ukuran yang lebih besar, tergantung keinginan. Dalam pembungkusan, bu menggunakan plastic, karena menurutnya lebih praktis dan bersih. Selain itu juga sekarang ini daun pisang sulit untuk didapat dan harganya mahal. Untuk setiap harinya Ibu memerlukan 200 lembar plastic untuk 10 kg kedelai. Sebelum pembungkusan terlebih dahulu plastic di lubangi agar udara dapat berkembang dengan baik.
                                                                           
C.     Alat-Alat Yang Diperlukan
Dalam pembuatan tempe diperlukan alat-alat sebagai berikut :
1.      Kompor gas, digunakan merebus kedelai sampai setengah matang.
2.      Dandang digunakan sebagai tempat untuk merebus kedelai sampai setengah matang. Dalam hal ini Ibu menggunakan dandang yang besar sehingga cukup untuk merebus kedelai yang 10 kg tersebut.
3.      Cepon besar, digunakan untuk menuntaskan kedelai setelah direbus dan setelah tuntas juga digunakan untuk mencampur ragi.
4.      Ember, digunakan untuk mencuci kedelai agar benar-benar bersih setelah ditampih.
5.      Tampah kecil, digunakan untuk menempih agar kulit-kulit atau kotoran lainnya yang masih tertinggal hilang dan kedelai menjadi bersih.
6.      Rak, digunakan untuk menempatkan kedelai yang sudah diberi ragi setelah itu dibungkus.




















BAB III
PELAKSANAAN PEMBUATAN TEMPE

A.    Proses Pemilihan Bahan

Bahan-bahan pembuat  tempe sangat menentukan mutu dar tempe tersebut. Untuk memperoleh hasil tempe yang enak tentunya diperlukan kedelai yang baik. Apabila dalam pembuatannya tidak memperhatikan bahan-bahan yang diperlukan, maka jangan berharap untuk hasil yang memuaskan. Sebab mutu bahan yang baik akan mempengaruhi tempe dan secara tidak langsung akan mempengaruhi laba yang akan diperoleh.
            Untuk mendapatkan kedelai yang baik dapat diketahui dari cirri fisiknya, antara lain yaitu kulit kedelai tersebut bersih, biasanya mengkilap, tidak keropos, tidak berwarna hitam atau busuk. Karena itu juga mempengaruhi rasa dan kwalitasnya. Biasanya untuk memisahakan kedelai dengan kotorannya yaiti dengan ditampi. Kemudian kotoran yang sudah hilang dapat diambil. Dengan pembersihan ini maka hasil yang diperoleh akan jauh lebih baik.
            Agar lebih diketahui di wilayah Tegal ini pembuatan tempe menggunakan kedelai yang kulitnya berwarna merah tua atau coklat.

B.     Proses Pembuatan
Setelah mengalami tahap pemilihan yang baik, kemudian baru memasuki tahap pencucian. Yaitu kedelai biasanya ditaruh pada baskom besar laludicuci sambil mengambil kotoran-kotoran dari kedelai yang mengapung.
Tahap berikutnya yaitu tahap perebusan. Setelah dicuci sampai bersih, kemudian c itu di tamping pada panic atau dandang dan kemudian direbus kurang lebih 2,5 jam (waktu perebusan juga disesuaikan dengan jumlah kedelai yang akan direbus, waktu 2,5 jam itu untuk 8-10 kg kedelai). Hara[p diperhatikan dalam perebusan ini, jangan sampai kedelai terlalu matang, karena nanti tidak akan jadi kalau dibuat tempe.
Selanjutnya pada tahap perebusan, kedelai yang setengah matang itu kemudian direndam dalm air selama satu malam. Ini berfungsi agar kulit yang masih melekat pada kedelai bisa lepas. Setelah direndam, lalu pada pagi harinya dicuci lagi sampai bersih dari kulit kedelai dan kemudian ditiriskan selama satu hari. Pada sore harinya kedelai yang sudah bersih dari kulitnya itu selanjutnya diberi ragi tempe sambil ditampi supaya ragi merata. Dan setelah selesai tahap peragian, kedelai siap untuk memasuki tahap pembungkusan.

C.     Proses Pengemasan
Setelah mengalami berbagai macam tahap pembuatan tempe, maka kini saatnya memasuki tahap yang terakhir, yaitu tahap pembungkusan.
Dalam pembungkusan tempe, dapat digunakan berbagai macam cara atau bahan. Misalkan dengan daun pisang, tetapi saat ini terutama di kota-kota besar jarang sekali ditemukan jenis tempe yang di bungkus dengan daun pisang, karena sakarang ini sulit dadapat.
Sumbar yang telah kami datangi menggunakan plastik untuk membungkus tempe buatannya. Sebelum kedelai yang suadah biberi ragi itu dimasukkan ke dalam plastik, terlebih dahulu plastiknnya di lubangi agar udara dapat berkembang dengan baik.

D.    Daerah Pemasaran
Usaha yang dimulai pada akhir desemmber 2004 hingga sekarang ini masih ditekuni oleh Ibu . usaha ini awalnya hanya di lingkungan komplek Perumahan Griya Praja Mukti saja, lalu dapat berkembang dan disalurkan sampai ke warung- warung di sekitar wilayah Perumahan Griya Praja Mukti. Kendati dengan adanya permintaan tempe di warung-warung kecil meningkat, sehingga tiap harinya kedelai yang di butuhakan bertambah. Penambahan jumlah kedelai ini juga cukup banyak, yaitu dapat mencapai 10 kg perharinya.
Sementara itu dalam penjualannya, Ibu yang dibantu suaminya setiap sore mengantarkan tempe-tempe setengah jadi ke warung- warung kecil dan rumah makan. Sedangkan pada kantin dan pedagang keliling di ambil tempe yang di buat ini juga habis dalam satu hari, sehingga dalam pembuatannya haus ada tiga tahapan yang pertama tempe yang belum jadi, ke dua tempe yang setengah jadi dan yang ke tiga tempe yang sudah jadi.

E.     Laba Yang Diperoleh
Selama menjadi penjual tempe, Ibu juga mengalami banyak kendala. Diantaranya yaitu pada pembuatan tempe terkadang tidak jadi atau ada rasa pahitnya. Ini menyebebkan laku penjualannya sedikit dan akan di perkirakan mengalami kerugian.
Sedangkan laba yang diperoleh perharinya tergantung pada banyaknya laku penjualan. Dapat juga di perkirakan dalam pembuatan tempe dengan 10 kg kedelai, laba yang diperoleh bisa mencapai Rp. Itu masuk laba kotor. Belum di potong dengan pembelian gas dan plastic untuk membungkus tempe. Sehingga laba bersih yang diperoleh hanya sekitar Rp. Per-harinya.

















BAB IV
GIZI YANG DIPEROLEH
                                                          
Banyak sekali ditemukan orang-orang kalangan menengah ke bawah yang mengkonsumsi tempe. Sebagian yang mengkonsumsi tempe memang orang kalangan tersebut. Karena harganya yang dikategorikan makanan yang murah.
Perlu diketahui, pada tempe juga terdapat gizi yamg sangat diperlukan oleh tubuh dan tidak kalah dengan daging. Misalnya yaitu protein nabati, kita tahu bahwa protein sangat membantu pertumbuhan sel-sel tubuh, sehingga pertumbuhan tubuh baik dan sehat. Dan masih banyak lagi zat-zat yang terkandung dalam tempe yang tidak bisa kami ungkapakan satu persatu. Kami hanya menampilkan suatu zat gizi yang mayoritas terdapat pada tempe.
Jadi janganlah ada yang beranggapan kalau tempe itu makanan yang rakyat kecil dan makanan yang tidak bergizi. Semua kalangan masyrakat harus merasakan kelezatan tempe untuk keseimbangan tubuh.











BAB V
PENUTUP
Setelah mengadakan penelitian dan menganalisa permasalahan tentang motivasi petani kedelai berpartisipasi dalam proses pembuatan tempe di Desa Kalisapu, Kec. Slawi, Kab. Tegal. Maka sebagai hasil penelitian dari masyarakat petani tersebut dalam bab terakhir ini penulis berusaha untuk menarik suatu implikasi dan saran-saran yang mungkin dapat bermanfaat untuk membantu dalam proses pembangunan pertanian bidang industry rumah tangga pada umumnya dan proses pembuatan tempe pada khususnya.
Motivasi adalah suatu dorongan yang timbul dari dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tindakan dalam rangka memenuhi kebutuhannya.
Adapun motivasi yang di bahas dalam penelitian ini adalah motivasi pedagang dalam kegiatan- kegiatan yang berkaitan dengan proses pembuatan tempe.

A.    Kesimpulan
Dalam proses pembuatan tempe menuntut kerja yang berkesinambungan, sabar dan penuh ketelatenan agar dapat menghasilkan tempe yang baik dan tidakmudah busuk.
proses pembuatan tempe di Desa Kalisapu dapat dikatakan berhasil, karena jumlah permintaan akan tempe semakin meningkat. Namun karena keterbatasan dana maka usaha tersebut belum dapat mencapai hasil yang maksimal. Untuk itu peran aktif pengurus koperasi desalah perlu ditingkatkan demi suksesnya industry rumah tangga.
B.     Saran dan Kritik
1.      Saran
Bagi produsen tempe diharapkan dalam pengolahan tempe memperhatikan kebersihan, mengingat tempe tersebut akan di konsumsi oleh mausia.

2.      Kritik
Kepada para konsumen, jangan terlalu meremehkan keberadaan tempe sebagai lauk pauk. Karena dalam tempe terkandung gizi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
             




























2 comments: